Archive for April, 2013

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BEBAS

Thursday, April 25th, 2013

Tuhan menciptakan manusia dengan segala kelebihan-kelebihan yang membuat manusia menjadi makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia.  Diantara kelebihan-kelebihan tersebut adalah kemampuan untuk berpikir dan juga hasrat.

Hampir seluruh umat manusia saat ini hidup ditengah-tengah kehidupan beradab yang dibatasi oleh aturan-aturan atau norma-norma yang ‘harus’ ditaati, namun pada dasarnya setiap manusia adalah makhluk yang bebas. Dengan kemampuan pikiran dan didorong oleh hasratnya, seorang manusia bisa menjadi dan melakukan apa saja sesuai kehendaknya. Seorang manusia tidak harus memiliki keterikatan terhadap sesuatu yang bersifat sosial. Manusia bebas memilih jalan hidupnya sendiri. Justru pengaruh-pengaruh sosial yang seringkali menjadi penghalang bagi seorang manusia memenuhi jalan hidup pilihannya.

Read the rest of this entry »

Advertisements

MANUSIA & KEADILAN

Thursday, April 25th, 2013

1. Pengertian Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia.Kelayakan diartikan sebagai titil tengah antara ujung ekstrem yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Keadilan oleh Plato diproyeksi pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.

Jika pendapat Socrates yang memproyeksikan keadailan pada pemerintah . Menurut Socrates keadalian tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Read the rest of this entry »

MANUSIA & PENDERITAAN

Thursday, April 25th, 2013

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Read the rest of this entry »