Ilmu Sosial Dasar – Tugas 2

Friday, October 11th, 2013

 1. Q: Jelaskan definisi mengenai penduduk, masyarakat, dan kebudayaan?

 A: Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dan menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Singkatnya, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Bisa juga didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk | http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat 
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
 

2. Q: Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk?

A: Kelahiran (Fertilitas), adalah kemampuan menghasilkan keturunan yang dikaitkan dengan kesuburan wanita . Tingkat fertilitas di suatu negara dipengaruhi oleh beberapa variabel seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, penggunaan alat kontrasepsi atau karakteristik lainnya. Menurut Davis dan Blake faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas adalah variabel antara yaitu variabel yang secara langsung mempengaruhi dan variabel tak langsung, seperti faktor sosial, ekonomi dan budaya. Menurut Easterlin tingkat fertilitas sebagiannya ditentukan oleh karakteristik latar belakang seperti persepsi nilai anak, agama, kondisi pemukiman, pendidikan, status kerja, umur kawin pertama, pendapatan, kematian bayi/anak.

Kematian (Mortalitas), adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

a) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:

  1. Sarana kesehatan yang kurang memadai.
  2. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
  3. Terjadinya berbagai bencana alam
  4. Terjadinya peperangan
  5. Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
  6. Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

b) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:

  1. Lingkungan hidup sehat.
  2. Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
  3. Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
  4. Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
  5. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

Perpindahan penduduk (migrasi atau mobilitas), merupakan salah satu dari tiga komponen utama pertumbuhan penduduk yang dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Komponen ini bersama dengan kelahiran dan kematian mempengaruhi dinamika penduduk di suatu wilayah seperti jumlah, komposisi, dan distribusi keruangan. Tinjauan migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor-faktor pendorong dan penarik bagi penduduk untuk melakukan migrasi, kelancaran sarana transportasi antar wilayah, dan pembangunan wilayah dalam kaitannya dengan desentralisasi pembangunan. Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Sumber: http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2013/06/Analisis-Faktor-Yang-Berhubungan-Dengan-Fertilitas.pdf |
http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=900
 

3. Q: Jelaskan Unsur-unsur masyarakat?

A: 

  1. Harus ada perkumpulan manusia
  2. Telah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
  3. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
  4.  Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
  5. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
  6. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
 

4. Q: Jelaskan tujuh unsur kebudayaan menurut koentjaraningrat?

A: 

a) Sistem religi yang meliputi:

  1. sistem kepercayaan
  2. sistem nilai dan pandangan hidup
  3. komunikasi keagamaan
  4. upacara keagamaan

b) Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:

  1. kekerabatan
  2. asosiasi dan perkumpulan
  3. sistem kenegaraan
  4. sistem kesatuan hidup
  5. perkumpulan

c) Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang:

  1. flora dan fauna
  2. waktu, ruang dan bilangan
  3. tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia

d) Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:

  1. lisan
  2. tulisan

e) Kesenian yang meliputi:

  1. seni patung/pahat
  2. relief
  3. lukis dan gambar
  4. rias
  5. vokal
  6. musik
  7. bangunan
  8. kesusastraan
  9. drama

f) Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi:

  1. berburu dan mengumpulkan makanan
  2. bercocok tanam
  3. peternakan
  4. perikanan
  5. perdagangan

g) Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi:

  1. produksi, distribusi, transportasi
  2. peralatan komunikasi
  3. peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
  4. pakaian dan perhiasan
  5. tempat berlindung dan perumahan
  6. senjata
Sumber:  Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press |  http://id.wikipedia.org/wiki/Koentjaraningrat
 

5. Q:  Jelasakan hubungan atau keterikatan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan?

A: 

Kebudayaan mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat di tentukanoleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilahnya adalah “cultural-determinism”. Hubungan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan yaitu penduduk menyebabkan terjadinya masyarakat dan masyarakat memiliki kebudayaanmasing-masingKetiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Ada 5 macam opini-opini tentang kebudayaan, antara lain:

  1. Melville J. Herskovits & Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri(Cultural-Determinism). Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
  2. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  3. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
  4. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari keempat opini tersebut, saya menyimpulkan bahwa kebudayaan merupakan ciri khas yang dimiliki oleh suatu penduduk masyarakat yang terlahir secara turun temurun dari suatu daerah atau negara. Kebudayaan diantara lain adalah berupa kepercayaan, adat istiadat, kesenian, moral, nilai-nilai serta norma-norma, dsb.

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dsb. Berbeda dengan makhluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayan rohaniah maupun kebudayaan kebendaan.Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Penduduk masyarakat dan kebudayaan merupakan konsep-konsep yang satu sama lain sangat berdekatan dan berhubungan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena penduduk.

Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merukan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan inipun juga merupakan suatu hubungan yang saling menentukan.

Sumber: Buku Ilmu Sosial Dasar (MKDU), Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: